“Belajar dari yang Tedahulu”

“Ilmu atau pelajaran bisa didapat dari mana saja” ujar Andreas Harsono

 

Andreas Harsono… Siapa yang tidak mengenal sosok itu. Yah pria yang berasal dari jember, jawa timur ini merupakan salah satu senior dalam bidang jurnalis. Tentu saja pengalamannya sudah tidak bisa diragukan lagi. Dia sudah mengalami pahit manisnya kehidupan jurnalis. Tetapi, itu semua tidak membuat semangatnya luntur dalam bidang jurnalis ini. Bahkan dia malah tetap mencintai dunia itu. Sudah hampir sekitar dua puluh lima tahun dia hidup di dunia jurnalis.

Kecintaanyanya terhadap menulis memang sudah terlihat dari beliau duduk di bangku perkuliahan. Dari kegemarannya menulis itu beliau mulai terjun ke dunia pers mahasiswa. Walaupun, terlihat jelas fakultas yang beliau pilih tidak sesuai dengan dunia jurnalis. Akan tetapi, kecintaanya dalam menulislah yang mendorong beliau untuk terjun ke dunia tersebut.

Lalu, karena wawasan yang dimiliki beliau dalam memahami bahasa ingris sangatlah baik. Maka beliau mencoba untuk bergabung dengan salah satu surat kabar berbahasa ingris di negeri ini yaitu The Jakarta Post. Dari situlah awal titik pemicu beliau memulai terjun di dalam bidang jurnalis.

Ketika beliau tergabung dalam The Jakarta Post saat itu merupakan masa kepemimpinan presiden Soeharto. Mungkin kita sudah tidak merasa asing sekali dengan situasi saat kepemimpinanya. Pada masa itu mungkin masa terberat bagi insan pers. Kenapa tidak? Ya karena hak kita sebagai pers secara tidak langsung diambil begitu saja oleh pemerintah. Bahkan saat itu banyak sekali surat kabar yang mengalami pembredelan sehinga timbulah gerakan-gerakan dari pers.

Gerakan – gerakan dari para pers ini seperti Aji (Aliansi Jurnalis Independen), Andreas Harsono juga merupakan salah satu bagian dari Aji. Beliau merupakan salah satu wartawan termuda yang ada pada masa itu. Terbentuknya Aji sendiri karena adanya ketidak puasan pers terhadap PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) atau lebih dikenal dengan deklerasi sinar galih.

Waktu terus berlalu masa – masa kelam perspun berakhir. Andreas Harsono pun kembali berjaya di dunia jurnalisnya. Dia terpilih menjabat sebagai direktur yayasan pantau. Yayasan pantau sendiri merupakan salah satu lembaga sebagai wadah untuk melatih para jurnalis ataupun para pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar menulis.Yayasan pantau sendiri sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar. Sebenarnya, apabila ada kesempatan saya ingin sekali mencoba bergabung belajara di yayasan pantau. Tetapi, sayang sekali kesempatan itu belum ada.

 

Yayasan pantau sendiri mengadakan pembelajaran pada hari rabu dan minggu. Tentu saja tidak geratis, jadi apabila kita ingin belajar disana kita harus membayar untuk apa yang kita pelajari. Tetapi itu akan seimbang dengan apa yang kita dapat karena informasi yang didapat berasal dari orang-orang yang memang sudah berpengalaman dalam bidang jurnalis.

Waktu beliau menduduki jabatan tersebut tidaklah lama hanya lima tahun saja. Tetapi tidak diam disitu saja. Andreas harsono masih terus aktif baik menulis ataupun di dunia jurnalis. “Saya memang tidak lulus kuliah tapi saya bisa jadi berhasil” katanya saat ditemui di kediaman beliau di apartemen senayan palemerah, Jakarta.

Ada timbul rasa yang aneh di diri saya, sosok seperti Andreas Harsono yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang banyak kenapa tidak menjadi pengajar. Karena akan lebih baik apablia beliau bisa berbagi ilmu dengan yang lainnya terutama seperti kita yang akan mau memulai masuk ke dunia jurnalis. Sebenarnya, keanehan itu timbul dari dosen yang ada di tempat saya berkuliah. Menurut saya, dosen yang ada di tempat perkuliahan lebih banyak yang memiliki pengalaman dalam bidangnya dari pada yang memiliki title. Sejujurnya saya sendiri lebih nyaman dengan para pengajar yang memiliki pengalaman dalam bidangnya.

Tetapi, keanehan itupun terjawab beliau mengatakan “saya memang gak bisa jadi dosen disini tetapi saya bisa jadi dosen di luar”. Ternyata menurut pemerintah Indonesia, bapak dari dua orang anak ini tidak layak untuk jadi dosen dilihat dari latar belakang pendidikan beliau. Tetapi, dia berkesempatan menjadi dosen di universitas yang fakultas jurnalis nya paling bagus di dunia ini yaitu columbia.

Keheranan itupun terlihat pada salah satu temenya yang menjabat sebagai menteri. Dia pernah berkata kepada beliau “aneh yah orang kaya lo gak bisa jadi dosen, benar-benar aneh negara ini”. Tetapi, Andreas tidak menanggapi itu dia tetap senang dengan hidupnya saat ini.

Dilihat dari tampilan beliau mungkin kita dapat mengetahui bahwa beliau merupakan keturunan etnis Tionghoa. Balik ke masa awal ketika dia memulai perjalanan menjadi pers mungkin kita akan mengingat bahwa masa itu pemerintah sedikit rasisme terhadap etnis tionghoa. Akan tetapi, itu bukan menjadi satu pemicu hambatan beliau dalam mendalami dunia jurnalis.

Andreas Harsono sendiri mengakui dia bukan sebagai wartawan yang punya banyak teman. Padahal menurut saya sebagai wartawan kita harus banyak memiliki teman. Tetapi berbanding terbalik menurur beliau, menurut beliau memiliki teman banyak sangat tidak aman dengan dunia pers. Misalnya ketika kita memiliki teman yang akrab dan dia merupakan salah satu orang penting di pemerintahan. Secara tidak langsung ketika dia terjebak dalam kasus, kita bisa saja akan subjektif dalam memberitakan hal tersebut. Padahal seharusnya itu tidak boleh dilakukan sebagai insan pers. Jadi lebih baik, berteman biasa saja, pesannya.

 

Ada satu buku beliau yang banyak menimbulkan pertanyaan bagi diri saya. Buku itu sendiri berjudul Agama saya adalah Jurnalis. Melihat judulnya mungkin sekilas kita akan heran dan berpikir aneh. Sebenarnya, buku itu terbagi menjadi empat bagian dalam jurnalisme antara lain tentang etika hukum, liputan tentang agama, bisnis, olahraga dan pemerintahan. Lalu, tentang menulis dan dinamika ruang redaksi. Pada dasarnya buku tersebut mengupas tentang jurnalis baik dalam maupun luar. Dapat dikatakan buku ini sangat bermanfaat bagi kita yang ingin mau memulai terjun kedalam duni jurnalis itu sendiri.

Karier Andreas Harsono sendiri tidak hanya berhenti di dalam dunia jurnalis saja bahkan dia masuk ke dalam dunia Hak asasi manusia ( Human Right Watch). Bahkan dia lebih terkenal dalam bidang tersebut. Penelitiannya yang sangat terkenal dan termasuk sangat berani ialah ketika membahas tentang tes keperawanan untuk masuk polisi. Di Indonesia memang permasalahan tentang tes keperawanan sangat kursial sekali dan sebanarnya tes itu melanggar hak asasi para wanita.

Seharusnya tes tersebut tidak dilakukan karena dari mana kita tau keperawanan seseorang dari tes seperti itu. Lalu, perasaan yang ditimbulkan akibat tes itu bisa saja sangat menganggu keadaan seseorang baik psikologis ataupun fisiknya. Tidak hanya kasus hak-hak perempuan saja. Kebebasan agama, pembebasan genoksida, lingkungan dan pembakaran hutan merupakan hal yang sangat krusial di negara ini.

Peran pemerintah sebenarnya sangat penting untuk menangapi hal tersebut. Akan tetapi, masyarakat juga perlu mendukung apa yang dilakulan pemerintah. Agar terciptanya lingkungan yang aman, damai dan tentram bagi seluruh masyarakat.

Andreas harsono sendiri memiliki dua orang anak dari hasil pernikahanya dengan istrinya yaitu Sapariah Saturi yang merupakan keturunan etnis madura. Putra pertama beliau sendiri ikut terjun ke dunia jurnalis, tetapi sedang melaksanakan studi kuliahnya di kuala lumpur dan anak keduanya sendiri masih balita.

Beliau saja masih heran kenapa kita ingin menjadi jurnalis karena menurutnya menjadi jurnalis bukanlah hal yang mudah. Kita dapat berpindah tempat dengam cepat baik dalam ataupun luar negeri dan tentu saja kita akan jauh dengan keluarga. Dia saja sampai berpikir tidak akan menyuruh putrinya untuk masuk kedunia jurnalis setelah tahu bahwa biyaya sekolah anaknya yang masih tk (taman kanak-kanak) lebih besar dari pada gaji wartawan.

Menurut beliau, kalau kita ingin masih tetap menjadi jurnalis kita harus bisa melihat keadan sekitar dan memanfatkanya. Kalau ditanya nanti setelah lulus kuliah akan kerja dimana? Secara tidak langsung kita akan menyebutkan media-media besar yang ada di era ini walaupun sekarang bukan jaman ke-emasannya lagi seperti kompas ataupun tempo.

 

Padahal saat nanti ketika kita lulus belom tentu media tersebut masih tetap berjaya. Jadi lebih baik sebaiknya kita bisa memanfatkan perkembangam teknologi dengan sebaik-baiknya. Seperti bekerja di google ataupun new york times. Diusahakan bekerja di media yang gaji wartawannya lebih baik. Karena menurut riset Indonesia merupakan negara yang gaji diberikan belom selayaknya. Oleh karena itu, lebih baik kita belajar dengan giat dan mencari pengalaman dimana saja. Agar kelak kita mendapatkan kesuksesan yang kita dapat.

Advertisements

Elisabeth Crisandra Profile

“gue suka males aja sama teman-teman SMA” ujar Eli.

Yah Eli sosok perempuan yang memiliki badan kurus dihadapanku ini merupakan teman sekelasku disemester ini. Dia merupakan sosok yang agak sedikit serius dan jarang sekali bercanda ungkapnya. Tapi dia merasa sekarang kadar selera humornya mulai terasa saat ini. Mungkin semenjak dia mengenal imel.

Mempunyai teman saat SMA mungkin terbilang jarang bagi Eli. Kenapa tidak? Semasa SMA dia sering sekali merasa sendiri atau bahkan mengasingkan dirinya dari teman-temannya. Pada awalnya memang biasa saja tetapi lama kelamaan Eli mulai merasa tidak nyaman dengan lingkungan SMAnya.

Mendapatkan beasiswa dari sampoerna merupakan hal yang tidak Eli sangka. Bahkan orang tuanyapun malah mengangap Eli tidak akan mampu berhasil untuk memperolehnya. Tetapi yang terjadi justru berbeda, Eli berhasil mendapatkan beasiswa untuk bersekolah di SMA sampoerna yang berada di Bogor.

Mendengar hal itu tentu saja dia sangat bahagia. Putih abu-abupun sudah siap didepan mata. Waktunya dimana Eli harus masuk ke gerbang SMA. Banyak orang bilang SMA merupakan part terbaik bagi kehidupan. Tetapi berbeda dengan Eli. Baginya SMA biasa saja. Justru dia merasa aneh dengan lingkungan SMAnya.

Dia merasa peraturan yang dibuat di SMAnya sangat aneh. Bagaimana tidak anak-anak di SMAnya menerapakan peraturan pemisahan perempuan dan laki-laki ketika berenang.

“gak ngerti gua sama anak-anak SMA gua” katanya dengan nada sedikit kesal. Dia mengakui bahwa sekolanya merupakan sekolah bersistem asrama. Anak-anak yang ada disekolah itu juga merupakan siswa-siwa yang berprestasi. Tetapi terkadang pikiran mereka suka gak masuk akal. Yah sedikit ekstrime kalo kata Eli.

Hal-hal seperti itulah yang terkadang buat Eli tidak nayaman dengan lingkungan SMAnya. Lain lagi dengan dunia pertemanannya. Awalnya Eli bisa bersosialisasi dengan baik tetapi seperti biasa lama kelamaan dia mulai merasa tidak nyaman. Menurutnya berteman tuh harus nyaman, pikiran kita juga harus sejalan. Yah minimal mempunyai kesamaanlah satu sama lain.

Sama seperti sekarang. Waktu yang terus berjalan. Sampai dimana akhirnya Eli sudah merasakan bangku pekuliahan. Tepat tahun kedua sekarang dia menjadi mahasiswa di Universitas Multimedia Nusantara. Tugas yang menumpuk atau tidak tidur sepanjang malam rasanya sudah Eli rasakan hampir dua tahun ini. Mengeluhpun rasanya tidak ada artinya.

Justru dia merasa lebih senang saat ini. Berada di bangku perkuliahan mengenalkannya tentang apa arti kehidupan yang sebenarnya. Disini dia mulai menemukan sosok yang dulu hilang atau tidak ia temukan selama beberapa tahun silam. Teman, yah kata itu yang bisa digambarkan sekarang. Disinilah akhirnya Eli bisa menemukan sosok itu. Teman yang sejalan dengan pikirannya dan juga menerima dia apa adanya.

Mungkin imel salah satu dari beberapa teman Eli saat ini. Belajar komunikasi ternyata membuat pikiran Eli terbuka. Dia jadi mengerti bagaimana hubungan komunikasi itu berjalan sebenarnya. Eli harus mampu menyukai hal-hal yang mainstream di sekitarnya. Sehngga hal itu yang bisa mendorong dia memiiki teman.

Perbincangan singkat dengan imelpun dimulai ketika Eli masuk kebangku perkuliahan. Mereka berdua ditemukan dikelas semester pertama. Perkenalan itupun dimulai, seperti biasa awal perkuliahan merupakan sesi perkenalan. Saat itu giliran Eli mulai memperkenalkan dirinya.

“yah kenalin nama gua Elisabeth Chrisandra Jozef Trinita Dipasto” ucapnya.

Eli sendiri tidak begitu ingat bagaimana awalnya dia dekat dengan imel. Tapi sampai sekarang ini dia merasa nyaman dengan Imel dan beberapa teman yang lainnya.

Syihabudin Hasyim,dari kepala desa hingga anggota DPRD Tangesel

20170114144616.jpg

“Rumah luas bertingkat satu dengan cat putih menggambarkan kesuksesan dari pemilknya”

Syihabudin Hasyim yang merupakan anggota komisi II DPRD Tangerang selatan ini memiliki rumah yang cukup luas yang berada di Jl. Camar XXII No. 18 Pd. Betung, Pd. Aren Kota Tangerang Selatan. Memiliki rumah yang cukup luas dengan pendapatan DPRD sebesar RP. 4.000.000 hingga Rp. 5.000.000 perbulannya atau ditambah dengan tunjangan jumlahnya sebesar 26 sampai 27 Juta. Hal ini akan menimbulkan pertanyaan dari beberapa kalangan.

Tidak hanya memiliki rumah yang cukup luas, Bapak dari dua anak ini juga memiliki GOR (Gelanggang Olah Raga) yang berada dekat rumahnya atau persis disamping depan rumah miliknya. Menurut Syihabudin Hasyim yang ditemui di kediaman rumahnnya usai menunaikan ibadah umroh, beliau mengatakan bahwa rumah yang ditempatinya saat ini merupakan warisan yang berasal dari ayahnya. Untuk membangun rumah tersebut dia bahkan menjual tanah warisannya sebesar 1400 m2. Sedangkan untuk GOR yang dimilikinya juga berasal dari warisan bahkan sertifikat tanahnya masih atas nama nenek beliau.

Berawal menjadi kepala desa Pd. Aren selama 15 tahun Syihabudin Hasyim atau yang sering disapa Syihab memulai karier politiknya. Usai menjabat menjadi kepala desa beliaupun melanjutkan menjadi anggota DPRD Tangerang Selatan pada periode 2014-2019. Memenangkan kursi DPRD Tangerang Selatan merupakan hal yang cukup mudah bagi Syihab sebab beliau sudah memulai karier politiknya sejak awal. Bahkan dia juga memenangkan kursi terbanyak pada pemilu tersebut.

Berkat perolelahan hasil kursi yang dimenangkan Syihabudin yang merupakan kader dari partai Golkar (Golongan Karya) beliaupun berkesempatan untuk memimpin DPRD Tangerang Selatan seperti yang dikutip dari https://www.kabar6.com/tangerang/selatan/7371-syihabudin-hasyim-pimpinan-sementara-dprd-tangsel. Tidak hanya itu saja Syihabudin juga aktif dalam organisasi khusunya pada partai asalnya yaitu Golkar. Atas kinerja dan hasil kerja yang dilakukannya bahkan dia juga sempat diusulkan untuk menjadi ketua fraki Golkar di DPRD Tangerang Selatan. Namun, keputusan itu ditolaknya justru dia mengundurkan diri dari posisi yang dimilikinya bahkan diapun menerima konsekuensi yang bakal diterimanya http://detakbandung.com/serpong/item/4284-airin-segera-bahas-susunan-fraksi-di-dprd.

Menjadi anggota DPRD Tangerang selatan merupakan pekerjaannya saat ini. Dia sendiri juga tidak memiliki pekerjaan lain seperti usaha atau bisnis keluarga yang dimilikinya. Sebelum menjadi anggota DPRD beliau juga sempat menjadi dosen di Univerista Jayabaya. Hal ini terlihat dari latar belakang beliau yang merupakan lulusan S1 dan S2 hukum. Syihabudin Hasyim yang merupakan keturunan betawi ini menikah dengan istrinya yang berasal dari pekan baru dan mendapatkan dua orang anak yang sudah tumbuh besar. Anak pertama beliau sudah lulus kuliah S1 di Universitas Bina Nusantara dan yang kedua juga sudah lulus kuliah S1 di Swiss German Univeristy.

Menjadi keturunan Betawi tidak heran membuatnya memiliki warisan yang banyak, hal inilah yang membuatnya rumit terkait dengan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara). Dimana syarat menjadi anggota DPRD adalah harus menyerahkan laporan tersebut. Namun sampai saat ini Syihab masih belum menyerahkan. Menurutnya untuk mengurus laporan tersebut begitu rumit dan mengeluarkan biyaya yang cukup tinggi. Untuk laporan harta bergerak mungkin mudah dia bisa saja langsung melaporkan kendaraan yang dimilikinya seperti kendaraan bermobil yaitu mazda 2 berwarna hijau, sedan vios berwarna hitam dan sepeda motor ninja berwarna merah. Namun unuk harta tidak bergerak sedikit rumit untuk menjelaskannya.

Rata-rata warisan yang dimilikinya masih atas nama dari orangtua bahkan neneknya. Untuk membuktikan hal itu terlalu rumit karena harus ada bukti yang jelas terkait itu. Menurut Syihabudin, jaman dulu kalo orang betawi memberikan warisan hanya menggunakan cara adat istiadat tanpa lansung diubah atas namanya. Sehingga hal itu yang merumitkan Syihabudin untuk mengurus LHKPN yang dimilikinya. Berbeda dengan anggota DPRD lainnya yang hanya memili rumah 1 mungkin jauh lebih mudah daripada dirinya.

Beralih dari hal itu, menjadi anggota DPR juga tetap harus menjalankan pembangunan yang ada di kota Tangerang Selatan. Seperti anggaran dana untuk tahun 2017 yang telah usai dilaksanakan. Menurut Syihabudin, usai tugas anggaran telah selesai dilaksanakan selanjutnya DPRD akan bertugas mengawasi program-program yang akan dilkasanakannya.
“DPRD tidak ada libur nantinya kami akan reses untuk berkumpul dengan masyarakat, kembali lagi untuk melaporkan apa yang sudah kami kerjakan untuk rakyat. Yah kembali lagi untuk rakyat” tuturnya.

Utarakan Jakarta : Kritik Sosial Warga Jakarta Lewat Pameran Seni

Berbeda dengan pameran pada umumnya, Utarakan Jakarta mengusung tema yang berbeda. Seni visual dan beberapa ilustrasi yang ada justru bertujuan sebagai protes bagi para warga Jakarta. Pameran ini diselenggarakan dari tanggal 24 November hingga 5 Desember 2016 di Gedung Van Vleuten & Cox, Kota Tua Jakarta.

Pameran seni visual yang diselenggarakan ini sekaligus meupakan kampanye sosial yang mengajak, khususnya warga DKI Jakarta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Pameran ini juga menjadi sebuah peringatan akan bahayanya bencana banjir yang memiliki potensi besar dimana 20 tahun yang akan datang menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pameran Utarakan Jakarta yang diselenggarakan di Kota Tua Jakarta mengajak warga DKI Jakarta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sosial. Pameran ini diselenggarakan dari 24 November hingga 5 Desember 2016 dengan menampilkan karya foto dari fotografer asal Belanda, Chyntia Boll.

_mg_0015

Chintya Boll, fotografer Utarakan Jakarta

Fenomena ini membuat Cynthia Boll tergugah hatinya untuk memberi peringatan bahwa Jakarta akan tenggelam karena ulahnya sendiri, hal tersebut disalurkan Cynthia melalui pameran Utarakan Jakarta. Menurut Cynthia, kedatangannya ke Jakarta guna melakukan riset dan mencari tahu mengenai fenomena kota Jakarta yang berpotensi akan tenggelam menurut pernyataan dari Presiden Jokowi.

“Saya melakukan sebuah riset dan mencari tahu mengenai fenomena apakah Jakarta nantinya akan benar – benar tenggelam. Fenomena itu ramai diperbincangkan di berita,” ujar Cynthia.

Ia juga mengungkapkan bahwa membutuhkan riset mendalam serta pengetahuan yang cukup untuk menciptakan sebuah karya foto yang memiliki nilai kritik sosial yang mampu menggerakkan masyarakat agar dapat bertindak. Cynthia sudah tinggal di Jakarta selama dua tahun dan hal itu menjadi tantangan tersendiri baginya. Selama di Jakarta, Cynthia dibantu oleh Dodi Riadi, selaku fasilitator pameran Utarakan Jakarta yang sekaligus membantu Cynthia dalam melakukan riset untuk karya fotonya.

“Awal mula Cynthia Boll memulai project miliknya, saya sudah membantu research untuk proyek ini dan melakukan penelitian di kawasan Muara Batu,” ungkap Dodi.

_mg_0042

Dodi Riadi, Pariwisata Jakarta

Menurut Dodi, antusiasme masyarakat di Jakarta terhadap pameran ini cukup baik. Akan tetapi, masih banyak masyarakat Jakarta yang belum sepenuhnya peduli terhadap fenomena Jakarta yang nantinya akan tenggelam. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dodi, bahwa permukaan laut itu sangat jauh di atas permukaan tanah, sehingga tidak menutup kemungkinan jika Jakarta bisa saja benar – benar tenggelam nantinya.

“Diadakannya pameran ini sudah cukup baik. Untuk kedepannya, yang saya harapkan adalah fotografer yang tidak hanya dari Belanda saja, melainkan dari lokal juga turut berpartisipasi untuk memberikan karyanya,” tukas Dodi.

Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran ini adalah boneka mannequin anak perempuan yang mengenakan seragam Sekolah Menengah Pertama (SMP), terlihat mengangkat rok nya agar tidak kebasahan akibat banjir yang disertai dengan sampah – sampah yang dibuang oleh masyarakat Jakarta. Melalui pameran ini, Dodi dan Cynthia berharap agar masyarakat Jakarta dapat terbuka matanya dan mulai untuk menyadari betapa berbahayanya jika Jakarta benar – benar tenggelam nantinya yang telah dinyatakan oleh Presiden Republik Indonesia.

Pameran lainnya juga menampilkan foto – foto kehidupan warga Jakarta yang tinggal dekat dengan daerah Pelabuhan Sunda Kelapa, dimana daerah tersebut rawan terkena banjir. Foto – foto yang ditampilkan berperan sebagai kritik sosial dari para seniman kepada masyarakat yang masih tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Ada juga mural yang menggambarkan Monumen Nasional (Monas) tenggelam dalam banjir.

Selain itu, pameran Utarakan Jakarta juga tidak hanya sekedar memberi gambaran bagaimana suasana Jakarta yang sekarang dengan yang akan datang. Melainkan juga, pameran yang mampu menampung kritik – kritik sosial yang nantinya dapat menjadi evaluasi tersendiri, baik untuk masyarakat DKI Jakarta maupun Pemprov DKI Jakarta. Dan juga, seni visual dapat diarahkan ke fungsi yang lebih positif, yakni sebagai kritik sosial atau lebih tepatnya sebagai pembuat pesan untuk publik.

Pameran ini merupakan bukti bahwa seni dapat dimanfaatkan lebih baik khususnya seni visual, yang digunakan untuk mengkritik masalah sosial justru seni visual lebih memberikan dampak yang positif dari kampanye yang dihadirkan. Sehingga apabila kalian selaku pelaku seni khusunya seni visual tidak ada salahnya untuk mencoba cara yang dilakukan oleh Chintya Boll sebagai pemanfaatan dari seni visual yang tentunya dapat memberikan perubahan yang baik.

 

Qlue, Solusi Keluhan Warga Jakarta

JAKARTA, MUGSCOPE.com Aplikasi Qlue memudahkan masyarakat jakarta untuk melaporkan permasalahan yang ada di lingkungan di sekitarnya pada pemerintah, mulai dari jalanan berlubang, banjir, pembuangan sampah sembarangan hingga penyalahgunaan trotoar.

Cara untuk menanggapi hal tersebut Pemprov DKI Jakarta mengadakan program Jakarta Smart City. Melalui Jakarta Smart City, terciptalah sebuah aplikasi yang dapat menampung keluhan – keluhan warga Jakarta, yaitu Qlue. Kehadiran Qlue sendiri menjadi salah satu solusi bagi warga Jakarta yang mengalami kesulitan untuk menyuarakan keluhan mereka kepada Pemprov Jakarta bisa juga disebut sebagai perantra masyarakat kepada Pemprov Jakarta.

Menurut Aang Jatnika, selaku Monitoring and Evaluation Manager Jakarta Smart City akan hadirnya aplikasi Qlue diharapkan memberikan peluang kepada masyarakat. Apabila ada warga yang peduli dengan lingkungan sekitarnya dan ingin menyuarakan keluhannya ke Qlue.

“Qlue sendiri merupakan pihak ketiga ketika warga dapat mengunduh Qlue dari handphonemereka, mengirimkan keluhan mereka kepada kelurahan terdekat dan nantinya laporan keluhan itu akan masuk ke handphone kelurahan yang telah terpasang aplikasi Qlue. Sehingga dengan begitu pihak Kelurahan juga melakukan tindakan langsung terhadap keluhan warga tersebut.” imbuh Aang.

Ketika ada laporan dari warga yang masuk, maka keluhan tersebut akan ditindak lanjuti. Pihak yang menerima dapat memberikan bukti berupa foto kepada warga, agar dibuktikan bahwa keluhan mereka benar-benar ditanggapi. Qlue yang berdiri sejak tahun 2013 memberikan banyak dampak positif terhadap pembangunan Jakarta, walaupun masalah yang dimiliki Jakarta masih terbilang sangat banyak.

qlue-nur1

grafik penggunaan Qlue

Menurut Elita Yunanda, selaku Marketing Communication Manager dari Qlue, mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan dalam misi membenah Jakarta.

“Untuk masalah yang paling dikeluhkan oleh warga khususnya pengguna Qlue itu adalah masalah sampah, kedua banjir dan kemacetan.” imbuh Elita.

Pemilihan nama Qlue juga menjadi satu hal yang penting, maka dari itu diberi nama Qlue agar masyarakat mudah mengingatnya. Pihak Qlue ingin membuat nama yang fun dan mudah untuk diingat. Nama Qlue ini berasal dari kata “Keluhan”, lalu diganti hurufnya agar unik dan mudah untuk diingat. Pendapatan Qlue sendiri didapatkan melalui IOT atau Internet Of Things dari pemerintah yang nantinya diintegrasikan ke satu Dashboard dan Qlue Help Desk yang ditawarkan kepada pihak swasta

Investigasi Bukanlah Hal Mudah

IMG_8314.JPG

H. Boland Rudder – chief editor of ICIJ

Jurnalis… satu kata yang punya banyak arti. Semua orang bisa saja menjadi jurnalis tapi tidak semua orang juga bisa bertahan menjadi jurnalis. Apalagi bila menjadi jurnalis investigasi. Mungkin tidak banyak orang yang akan tahan. Sama dengan apa yang disampaikan oleh H. Boland Rudder pada kelas seminar yang berlansung pada rabu (21/9) di acara Jakarta World Forum 2016.

Acara jakarta world forum sendiri berlangsung selama 3 hari dari 21 hingga 23 september 2016 dan berlangsung di Universitas Multimedia Nusantara. Banyak sekali yang beliau sampaikan pada sesi yang berlangsung cukup singkat itu. Baginya menjadi jurnalis Indepth merupakan pekerjaan yang cukup berisiko. Sangat banyak wartawan Indepth yang dipenjara karena permasalahan atau tuntutan dari pihak – pihak yang bersangkutan. Dalam Indepth Reporting, seluruh wartawan yang bertugas harus sangat rajin memverifikasi data yang didapatkan agar mempunyai data yang cukup kuat untuk masuk, menginvestigasi lebih dalam lagi.

Indept reporting sendiri merupakan bagian dari investigasi jurnalisme, yang membedakan hanyalah metodenya saja. Investigatif jurnalisme adalah suatu bentuk dari jurnalisme dimana reporter menginvertigasi suatu isu secara mendalam, contohnya adalah kebijakan pemerintah, pajak, kesalahan para pemerintah, dan lain-lain dengan topik yang pastinya dapat mengagetkan masyarakat yang membacanya. Sedangkan , Indepth Reporting itu sendiri merupakan metode yang dilakukan oleh para jurnalis khusus untuk mengungkap suatu kasus yang memang tidak biasa dan dapat memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikannya.

Untuk melakukan investigatif jurnalisme diperlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang sangat besar. Namun, jangan khawatir jika Anda ingin menjadi jurnalis investigasi. Anda tidak akan membayar biaya investigasi tersebut, tetapi akan menghabiskan banyak waktu. Mungkin saja jurnalis akan menghabiskan waktu bulanan hingga tahunan untuk menyiapkan laporan.

Jika ada suatu isu yang terjadi di sekitar kita, seperti contohnya kebijakan pajak oleh pemerintah yang tidak diketahui ujungnya digunakan untuk apa, atau penyelewengan pajak dan pengistimewaan untuk pembayar pajak. Untuk membuat sebuah tulisan investigatif, perlu menanyakan 3 hal ini kepada diri sendiri.

  1. Apakah ada suatu sistem atau tatanan yang perlu diekspos yang terjadi disekitar kita?
  2. Apakah isu ini merupakan kepentingan yang mempengaruhi masyarakat kalangan banyak?
  3. Apakah nantinya tulisan investigatif yang kita buat apakah nantinya akan berguna atau membawa dampak kepada masyarakat dan komunitas luas?img_8285

Karena perlu digaris bawahi bahwa proses penulisan biasanya akan memakan biaya besar dan waktu yang banyak. Namun, apabila perngorbanan yang dilakukan bisa setidaknya seimbang dengan manfaat yang didapat maka itu tidaklah menjadi masalah. Ada banyak hal yang bisa disorot dalam investgatif jurnalisme, seperti politik misalnya mengkritisi kebijakan pajak yang dilakukan pemerintah, alam atau lingkungan contohnya pembangunan yang dilakukan dengan tidak mempertimbangkan kepentingan alam. Financial atau bisnis, dan lainnya yang berhubungan dengan masyarakat luas.

Dalam segi keamanan, mungkin saja jurnalis akan mengalami kendala dan masalah ketika mengulik sebuah isu yang sensitif atau menyinggung pihak-pihak yang memiliki kekuatan. Contohnya saja jurnalis bisa saja membahayakan nyawanya ketika terlalu mengekspos suatu masalah yang dapat merugikan pihak yang berkuasa. Adalah sebuah tamparan untuk memberikan dan menyajikan sebuah perlindungan yang aman bagi pers atau jurnalis untuk dapat menyuarakan tulisan atau pemikiran atau informasi yang dimiliki. Banyak orang berkuasa yang dengan sangat mudah mengincar para jurnalis yang dianggap mengancap nama baiknya.

Dalam hal perlindungan narasumber karena Panama Paper ingin melindungi narasumber yang memberikan informasi yang dapat membahayakan, bisa dilakukan penyembunyian nama, namun mungkin saja ini membuat pembaca menjadi tidak yakin karena pencantuman sumber yang tidak gamblang yang menjadi motivasi utama para investigatif jurnalis biasanya adalah tekad untuk mempengaruhi atau membuka mata publik mengenai isu yang sedang terjadi dan mengedukasi agar hal-hal yang merugikan khalayak ramai bisa setidaknya dikurangi sehingga bisa mambawa dampak atau perubahan untuk masyarakat sekitar.

Jadi intinya bahwa kolaborasi investigasi jurnalistik membuat lebih mudah. kita di investigasi, bekerjasama dengan tim lebih mudah daripada kerja sendiri, seperti pendanaan lebih murah karena dibagi tugas satu sama lain. Lalu, dengan adanya kolaborasi ini hasil dampaknya bisa membawa dampak yang besar. Kasusnya seperti Panama Paper. Kolaborasi dari ratusan wartawan dari seluruh dunia, impactnya lebih besar dari lokal apakah bagus di abad ke-21?

Cara memulai investigasi. Pertama, apakah ada peraturan yang dilanggar darisitu kita bisa melihat darimana bisa dimulai. Apakah dilanggar itu isu global atau lokal? Dampaknya seperti apa yang bakal terjadi?

Nah, dengan melakukan sebuah investigasi harus make partnership dan network. Jadi dengan hal itu lebih gampang untuk melakukan investigasi jurnalis. Misalnya, sebuah investigasi jurnalistik harus mengenal isu apa yang Anda angkat apakah itu isu lingkungan? Apakah yang Anda ketahui mengenai lingkungan agar aware.

Enam tahun yang lalu, sebelum kejadian panama paper salah satu jurnalis investigasi perusahaan besar australi yang menyembunyiin saham di luar negeri. Pada tahun 2013, Amerika dalam rangka investigasi perusahaan tersebut dari beberapa link. Tak hanya perusahaan itu saja tetapi banyak perusahaan yang menyembunyiin saham yang mulai Aware.  Ada yang salah dengan kasus tersebut dan investigasi dimulai.

Dalam seminar juga dikatakan bahwa Hacking data untuk membuat berita merupakan sebuah tindak pencurian. Terkadang, isu yang terlalu dalam mengenai seseorang merupakan privasi dari seorang yang bersangkutan. Ia mengatakan situs  seperti Wikileaks memang merupakan situs yang membuka banyak informasi yang tidak didapatkan oleh media. Namun, dalam situs tersebut banyak hal yang sangat personal, yang dipublikasikan  dengan sudut pandang yang seakan “menjatuhkan.” Sebenarnya, hal tersebut sah saja jika ada kepentingannya dengan publik. Jika hanya merupakan informasi seputar selebriti dan perorangan yang tidak berdampak pada publik, lebih baik informasi tersebut tidak disebarkan atau di-Hack­.

Hingga kini, The Panama Paper masih terus menginvestigasi kasus – kasus secara mendalam dan tidak pernah mengambil informasi dari sumber secara mencuri dan mereka selalu mengangkat isu – isu yang memiliki dampak besar untuk masyarakat.

Profesionaltas diambang Keterpurukan

Malam sudah menunjukan kedatatangannya. Kini langit yang cerah berwarna biru itu sudah berubah menjadi gelap total. Seolah mereka mengerti apa yang sedang dirasakannya. Baju berwarna biru yang ia kenakan tadi sudah tidak secerah hatinya saat ini. Semua kerja kerasnya beberapa puluh tahun itu hilang seketika.

Mengingat lagi tentang keputusan assesment tadi tentu sangat berat baginya. Dia hanya bisa terpuruk diam dibangku kereta dan terbawa arus oleh orang – orang yang ada di dalamnya. Id card itu selalu dipandangnya sejak tadi. Melihat kembali tiap sudut kenangan yang ada ketika dia menjadi seorang Jurnalis. Hingga mengingat kebiasaanya saat pulang dari kantor ketika di kereta selalu dia habiskan untuk beristirahat atau bahkan membuat berita di handphonenya. Hal itu memang sudah ia lakukan sejak tahun 2012 silam. Dia memang lebih senang menggunakan transportasi umum seperti commuterline untuk pergi ke kantor. Karena menurutnya banyak hal yang bisa ia lakukan selama perjalanan.

Broto Happy memang sudah terjun lama di dunia jurnalis. Pahit manisnya menjadi seorang jurnalis sudah dirasakannya. Memulai kariernya menjadi jurnalis di Harian bola membawa namanya melesat hingga sekarang ini. Perjalanan ketitik itu memang tidak mudah. Dia harus meraskan roda kehidupan yang panjang. Memasuki tiap desk olahraga yang ada di harian bola. Mempelajari dan mengenal bidang tersebut. Hingga akhirnya dia berhenti di desk bulutangkis yang berhasil membawa namanya ke titik tersebut.

Lamunannyapun buyar sesaat, ketika suara pemberitahuan stasiun tersebut sudah sampai di  stasiun Nambo. Diapun harus segera melangkahkan kakinya untuk turun dari kereta tersebut. Rasanya memang sangat berat untuk pulang kerumah dan memberitahukan hal ini kepada istrinya ataupun anak-anaknya. Tapi, apaboleh buat mereka semua harus tahu apa yang sudah terjadi dengannya. Rasanya membutuhkan waktu yang lama hingga akhirnya ia cukup kuat dan memberanikan dirinya untuk sampai di depan sebuah pintu.

Dulu, dia selalu rindu ketika masuk kedalam pintu ini. Senyum dan gelik tawa dari orang – orang yang ada di dalamnya, selalu dia tunggu sebagai pelipur lara usai mejalankankan tugasnya menjadi seorang jurnalis. Baginya keluarga merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai. Merekalah yang selalu menjadi obat hati baginya. Jika dia mulai merasa lelah dengan runtutan tugas yang ada, keluargalah yang menjadikannya semangat. Tapi,  kali ini dia merasa takut untuk membuka pintu itu. Dia takut melihat senyuman itu berubah menjadi kekecewaan padanya. Bahkan untuk memberanikan diri membuka pintu saja dia tidak bisa.  Butuh beberapa lama meyakinkan diri untuk membuka pintu itu. Hingga akhirnya keluarlah sosok wanita dari balik pintu itu yang menyapanya.

“Yah… Ayah kenapa diam saja disitu ? kok gak masuk?” ujarnya

Satu, dua kali sapa dari wanita itu masih dihiraukannya hingga akhirnya tangan lembut dari wanita itu menyentuh pundaknya dan berhasil membuyarkan pikiran – pikirannya itu.

“Hah i.. ia .. iyaa Bu” jawabnya dengan kaget

Terlihat sekali wajah kebingungan dari wanita itu. Diapun tahu akan banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan padanya. Sebelum semua itu terjadi Brotopun memutuskan untuk memulainya lebih dulu. Dia tahu betul istrinya ini bisa menenangkan pikirannya saat ini. Ayu selalu punya cara unik untuk membuat hatinya lebih tenang. Tapi, kekhawatirannya atas keputusan assesment  yang diterimanya, membuat dia takut senyuman tadi akan berubah menjadi kekecewaan. Dengan memberanikan diri dia mulai menceritakan apa yang sudah ia alami.

Memang awalnya terasa sakit baginya mengingat tiap kejadian yang berkaitan dengan itu. Bagaimana tidak sebuah assement yang dilakukan oleh semua pegawai yang ada di harian bola  itu, awalnya bertujuan untuk memetakan keahlian pegawai bukan bertujuan untuk memberhentikan pegawai. Tapi semua itu  berbeda dengan kenyataannya.

Tepat pada 7 November 2015 sebuah assesment itu dilakukan di gedung 76 Slipi. Dengan menggunakan baju batik dan memakai spatu kets kesukaannya, Broto dan teman-temannya melakukan assesment tersebut. Begitu banyak waktu untuk menjawab soal psikotes yang disediakan. Beberapa lembar soal psikotest tersebut dijawabnya dari pukul 08.00 pagi hingga 12.00 siang. Kemudian dilanjutkan dengan break makan siang.

Canda tawa dan perbincangan singkat Broto dan teman-temannya mengisi waktu break makan siang. Hingga akhirnya sesi kedua berlanjut. Dia dan teman-temannya mulai dipanggil satuper satu untuk masuk keruangan. Setelah menunggu lama akhirnya girilannyapun tiba. Dengan sikap yang tenang seperti biasanya dia mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tersebut. Membuka pintu dengan perlahan diapun mulai disambut dua wanita didalamnya yang akan menjadi asesornya. Perbincangan singkat dalam bentuk wawancara ini berlangsung cukup lama dan menarik. Seperti biasa gaya bicara Broto yang menarik membuat kedua asesor tersebut tertarik kepadanya. Mereka senang sekali mendengarkan cerita tentang kehidupannya. Beberapa pertanyaan sering sekali dilontarkan oleh kedua asesor tersebut mulai dari beberapa buku yang ditulisnya, kegiatan Broto sehari-hari dan prestasinya.

Waktu terus berjalan hingga akhirnya sesi wawancara tersebut harus berakhir, seperti biasa diakhir wawancara kedua asesor itu memberikan kesempatan kepadanya untuk menanyakan sesuatu. Mungkin banyak pertanyaan yang timbul dipikirannya sekarang. Tapi bukan Broto Happy namanya jika dia tidak bisa berpikir krits. Ketika kesempatan itu tiba lanngsung saja dia menanyakan hal yang sejak tadi menjadi pertanyaannya.

“Sebenarnya tujuan assesment ini untuk apa? Apakah untuk memecat karyawannya?”ujarnya

Terlihat sekali wajah dari kedua asesor itu berubah seketika. Mereka terlihat kaget atas pertanyaan yang diberikannya. Butuh waktu jeda yang cukup lama bagi mereka untuk menjawab pertanyaan yang diberikannya. Dengan merangkai kata yang tepat langsung saja mereka merespon pertanyaan itu. Memberikan penjelasan secara singkat dan menegaskan kembali bahwa assesment ini dilakukan untuk memetakan keahlian dari para pegawai yang ada dikantornya bukan bertujuan untuk memecat para karyawan.

Haripun berlalu begitu cepat hingga akhirnya 11 November 2015 tiba dimana sebuah hasil assesment itu akan diumumkan. Broto dan teman-temanyapun kembali harus masuk kedalam sebuah ruangan tersebut satuper satu. Menunggu memang waktu yang membosankan jika hanya diam saja. Sebagai seorang jurnalis Broto dan kawan-kawannya mempunyai selera humor yang cukup tinggi. Banyak sekali perbincangan yang mereka lakukan. Mulai tentang teman sejawad, isu yang sedang marak atau masalah pertandingan olahraga. Perbincangan itupun mulai terhenti ketika gilirannyapun tiba, dia mulai masuk keruangan itu. Di dalamnya sudah ada seseorang yang menunggunya dengan selembar surat ditangannya.

Tanpa basa – basi atau gimana hasil assesment itupun langsung diberikan. Butuh berlembar-lembar untuk membaca hasil assesment. Hingga akhirnya mata itu tertuju pada akhir surat tersebut. Ada beberapa kata yang digaris bawahi. Tentu saja ia mengetahui bahwa itulah keputusannya. Membaca kata demi kata dari hasil yang dituliskan membuat perasaannya semakin sakit. Ternyata memang benar assesment tadi hanyalah sebuah alasan saja. Tanpa dipungkuri dia harus menerima perasaan kecewa. Dianggap tidak memunyai keahlian ahirnya dia harus terpaksa dipecat dari kantornya selama ini..

Sekarang mata itu menatapnya dengan seksama, semua yang tejadi padanya sudah ia ceritakan dengan istrinya Ayu. Beberapa saat Ayu masih belum merespon apapun hingga akhinya ucapan itu keluar dari mulunya. Banyak sekali dugaan-dugaan yang ada dipikiran Broto. Tapi ternyata sebuah ketenangan muncul darinya, dorongan dan semangat justru yang keluar dari ucapan Ayu. Memang dia selalu mempunya cara unik yang membuat hatinya menjadi tenang, dan itulah yang membuatnya makin sayang dengan Ayu.

Tidak terlalu banyak kata yang diucapkannya tapi itu semua membuat dirinya lebih yakin. Apalagi sebuah semangat yang diterimanya melalui blacberry mesengger yang dikirimkan oleh anaknya Glady simperia. Seakan perasaan kecewa itu sudah hilang terganti oleh semangat baru. Tapi  tanda tanya besar ini masih menjadi pertanyaanya, sebuah alasan kenapa dirinnya dikeluarkan dari media yang sudah membesarkan namanya seperti sekarang ini. Dengan bermodalkan niat dan perasaan yang masih bergejolak dihatinya, diapun membuka handphone kesayangannya itu. Lalu mengirimkan sebuah pesan di grup harian bola “Apa salah saya?” ketiknya.

***

            Broto Happy memang sudah sering kali muncul dilayar kaca sejak tahun 2004 silam hingga saat ini. Selain menjadi seorang jurnalis di harian bola dirinya juga turut aktif untuk diundang menjadi komentator di pertandingan – pertandingan bultangkis, yang disiarkan secara langsung di salah satu stasiun televisi swasta.

Bermula dari mengisi komentator turnament yang ada di TV7 hingga akhirnya namanya berhasil menjadi sorotan ketika menjadi  komentator  di Trans TV pada piala Thomas Cup 2004. Informasi dan kepawaiannya dalam dunia bulutangkis tidak perlu diragukan lagi. Dia juga sudah merasakan masa – masa kejayaan atau bahkan masa tersulit bulutangkis Indonesia. Tidak heran banyak julukan yang diberikan untuknya baik kamus  berjalan bulutangkis ataupun ensiklpoedia dan semacamnya.

Semua julukan tersebut dia dapatkan dari kerja kerasnya selama ini. Dia selalu senang dengan dunia bulutangkis hingga setiap pekerjaannya selalu dia lakukan tanpa merasa terbebani. Tidak heran dia selalu mudah bergaul baik dengan kawan sesama jurnalis ataupun teman – teman atlet. Tapi, semua itu tidak mengganggu kredibilitasnya sebagai seorang jurnalis. Dia tahu betul bagaimana menempatkan posisinya sebagai teman atau sebagai pencari informasi. Kala itu, Taufik Hidayat sudah dipastikan menjadi perwakilan Indonesia untuk masuk ke semi final. Tapi hasil kenyataannya diapun dikalahkan. Perasaan Taufikpun campur aduk dia langsung pergi dan enggan untuk ditanya oleh wartawan. Broto justru menghampirinya tapi disini dia lebih berperan sebagai teman. Menenangkan dan mengerti perasaan yang sedang dialami Taufik. Barulah beberapa lama dia mulai bertanya kepadanya tentang hal itu. Disinilah dia mendapatkan hal penting yang wartawan lain tidak tahu.

***

            Perkembangan jaman semakin lama semakin canggih membuat konsumsi khalayak terhadap media juga berubah. Dulu kebanyakan orang senang membaca koran, tapi sekarang kebanyakan orang lebih senang membaca melalui media oline. Banyak alasan yang membuat khalayak lebih senang mendapatkan informasi melalui media online salah satunya karena lebih murah dan efisien. Dengan media online kita tidak perlu lagi repot membawa koran atau membelinya. Melalui smartphone saja sekarang kita sudah bisa mendapatkan informasi.

Hal itulah yang berdampak kepada media – media cetak seperti koran ataupun majalah. Banyaknya media cetak yang mulai tutup sejak tahun 2015 ini. Mengalami banyak faktor yang membuat media cetak mengalami kebangkrutan bisa dalam kondisi finansial yang membuat ongkos biyaya percetakan yang mahal atau akibat perkembangan jaman yang semakin canggih seperti internet yang membuat khalayak lebih senang membaca media online khususnya remaja.

Dimulai dengan tutupnya  koran sore yang gulung tikar yaitu  harian sinar harapan per 1 Januari 2016 kemarin membuat masalah serius yang ada di media Indonesia. Selain itu sebelumnya sudah ada beberapa lini media cetak yang tutup duluan antara lain sepeti The Jakarta Globe, koran tempo minggu  atau harian bola.

Broto happy sendiri tahu betul bagaimana kondisi media tempat dia bekerja. Sudah banyak pasang surut untuk menggelamkan kapal besar itu. Harian bola sendiri sekarang sudah bertranformasi menjadi Bola satu. Tentunya dia lebih senang hal ini dibicarakan baik-baik bukan dengan cara mengeluarkan melalui sebbuah assesment yang mengatakan bahwa dirinya tidak mempunyai keahlian. Rasa kesal masih menyelimuti didirinya sebuah profesi yang dia cintai dan dia bangggakan dianggap tidak ada nilainya sama sekali. Bahkan profesionalitasnya sama sekali tidak dianggap. Dia tahu betul kondisi media sekarang, tapi apakah hal itu pantas dilakukan dan tidak ada cara lain?

***

            Menulis sudah mejadi kebiasaan dan pekerjaannya sejak dulu. tapi hal ini justru berbeda. Setelah melewati masa-masa sulit kemarin dia sudah bangkit  menjadi Broto Happy yang selalu bahagia seperti namanya. Dengan menulis dia sudah menghasilkan beberapa karya buku yang sudah diperjual belikan. Dulu untuk mengisi waktu luang dia selalu habiskan untuk menulis sebuah buku, tetapi sekarang menulis sebuah buku sudah menjadi deadlinenya. Terbukti dengan kemampuan dan keahlian yang dimilikinya dia dipilih untuk menulis dua buku sekaligus yaitu tentang profile Taufik Hidayat dan sejarah club PB Jaya Raya.

Menjadi wartawan memang sudah pekerjaannya sejak dulu, walaupun saat ini dia tidak mempunyai media yang menanunginnya. Tapi setelah itu justru banyak sekali media-media online yang menawarkan dirinya untuk ikut bergabung. Justru setelah keluar dari harian bola dia bisa lebih mengembangkan dan menunjukan potensi yang ia punya. Memang masih begitu terasa sakit mengingat dirinya tidak dianggap mempunyai kehalian. Tapi bukan Broto happy namanya, bila dia menyerah di titik itu. Sebenarnya ada satu harapan yang sudah dia lakukan yaitu membuat  media baru yang berbasis online yang berkonsen di dunia bulutangkis. Dengan memberikan nama bulutangkisnews.com media itupun mulai diluncurkan.

****

SETIPE.COM, Peluang Baru untuk Kencan Online

Citra anak muda biasanya lekat dengan kata “pacaran”, yakni proses dimana laki – laki dan perempuan memiliki hubungan spesial yang erat dan berpotensi menjadi pasangan hidup.

Terkadang banyak orang yang masih sering kesulitan untuk mencari pasangan untuk dirinya. Banyak sekali pertimbangan-pertimbangan yang menjadi penentu bagi seseorang untuk memilihnya pasangan ataupun teman hidupnya. Banyak cara yang mungkin dapat  digunakan untuk menemukan seseorang yang cocok untuk kita sendiri. Misalnya melalui teknologi. Adanya Perkembangan teknologi yang semakin berkembang saat ini membuat inovasi baru semakin bermunculan seperti online dating.

Layaknya muda – mudi yang sedang kasmaran, Joe dan Jella merasakan betapa indahnya kisah cinta mereka. Ditemukan melalui online dating yaitu Setipe.com hingga akhirnya kisah cinta merekapun berujung ke pelaminan.

Setipe.com merupakan platform online dating yang sudah berdiri sejak tahun 2013 silam. Dengan menerapkan sistem online matchmaking pada Setipe.com, membuat 163 pasangan muda-mudi ditemukan hingga akhirnya menuju ke pelaminan.

Online dating sendiri merupakan fenomena baru untuk di Indonesia. Terlihat bahwa masih jarang bermunculan online dating, hingga akhirnya mucul Setipe.. Online dating yang dibuat Razi Thalib ini merupakan online dating pertama yang ada di Indonesia.

razi-thalib-ceo-setipe

Razi Thalib sebagi CEO Setipe.com

“Setipe.com tentu sangat membantu bagi kita yang mencari pasangan, karena secara gak langsung server akan menentukan mana pasangan yang cocok dengan kita.” Ujar Razi

Razi Thalib, Founder dan CEO Setipe.com, mulai mempelajari tentang startup ketika ia bekerja di Australia pada sebuah perusahaan online dating. Lalu Razi melihat peluang online dating di Indonesia akan berguna.

Semua orang dapat menggunakan online dating seperti ini dimanapun dan kapan saja. Hingga saat ini Setipe.com sudah memiliki 620.000 pengguna. Dimulai dengan membuat akun dan mejawab beberapa pertanyaan, yang nantinya akan menentukan kecocokan kita pada seseorang.

Razi sendiri membuat suatu platform yang mengandalkan teknologi dan di bantu oleh algoritma untuk membentuk Setipe.com. selain itu Razi juga bergabung di tim perintis salah satu startup e-commerce mode yang terkenal yaitu e-commerce di Indonesia, yaitu Zalora Indonesia.

Cara untuk gabung ke dalam Setipe.com cukup mudah. Setiap pengguna diwajibkan untuk mendaftarkan dirinya terlebih dahulu.Lalu masuk kedalam pengenalan diri sendiri yang akan memberikan peluang bertemu mendapatkan lawan jenis yang cocok sesuai dengan tipe pengguna. Lalu terdapat 150 pertanyaan yang akan di berikan oleh Setipe.com berhubungan dengan tipe pasangan yang diinginkan.

bandicam-2016-11-17-01-46-36-201

Metode yang diterapkan oleh Setipe.com ini secara tidak langsung juga merupakan tindakan yang dapat mencegah terjadinya kejahatan online yang dapat dilakukan melalui online dating. Adanya upaya tindakan yang dilakukan oleh pihak dari Setipe.com ini, secara tidak langsung membuat kenyamanan bagi para penggunanya.

Selain itu dengan adanya fitur laporan kepribadian diri yang akan muncul ketika kita sudah mendaftarkan diri. Membuat nilai tambah untuk Setipe.com sebab pengguna lebih dimudahkan untuk mengkoreksi diri mereka setelah itu. Tidak hanya itu saja, untuk melihat profile pengguna di Setipe.com sendiri tidak semua orang dapat mudah melakukannya. Hanya orang-orang tertentu saja yang sudah match dengan kita yang akan bisa melihat profile.

Tetapi, kita harus ingat bahwa Setipe.com merupakan platform yang dapat digunakan bagi para lajang untuk ditemukan dengan orang-orang yang cocok bagi dirinya. Namun, meskipun seperti itu kehidupan nyata kitalah yang menentukan kedepannya untuk kita.

Semua karena Media Sosial

“Like, comment and subscribe” begitulah cuplikan dari para youtuber yang ada di salah satu media sosial yaitu youtube. Hal itu biasa mereka lakukan jika ingin menutup video yang ada di channel mereka. Memang perkembangan jaman saat ini semakin canggih tiap harinya dan selalu saja ada hal yang baru didalamnya, salah satunya seperti media sosial. Sekarang ini hampir semua orang mempunyai atau bahkan menggunakan sosial media mereka, baik untuk berinteraksi dengan satu sama lain atau hanya sekedar mengisi waktu luang mereka.

Memang dengan perkembangan yang semakin pesat seperti ini, semua orang bisa mengakses internet atau bahkan media sosial dengan mudah tanpa adanya batasan. Tidak heran jika sering sekali sosial media digunakan tidak pada fungsinya yang benar. Banyak sekali masyarakat diluar sana yang menjadi korban atau bahkan sebagai pelaku dari penyalahgunaan media sosial itu sendiri.

Media sosial sendiri menurut ahli yaitu Antony Mayfield adalah tentang menjadi manusia. Orang biasa yang berbagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, pemikiran, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan dan membangun sebuah komunitas.

Jelas dikatakan pada hakikatnya media sosial digunakan untuk hal-hal yang baik seperti membangun relasi bukan disalahgunakan dengan hal-hal yang berbau negatif tentunya

vox pop sosial media

Memang pada dasarnya devinisi media sosial memiliki banyak makna yang berbeda dari tiap individunya. Semua itu tergantung cara pemaknaan dan fungsi dari media sosial itu bagi para individunya sendiri. Apabila semuanya dijalankan sesuai dengan fungsi media sosial, maka tentu saja kejahatan dan pemberitaan mengenai media sosial tidak akan ada lagi.

Sebagai masyarakat yag cerdas dalam menggunakan media sosial kita harus tahu bahwa media sosial merupakan wadah atau sarana bagi seseorang untuk membagikan informasi ke teman-temannya mengenai apa saja yang dia perbuat sehari-harinya, sehingga dapat membuat pengaruh untuk orang-orang membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain.

Akan tetapi, tidak semua orang memahami akan hal tersebut sehingga pemberitaan dan dampak dari media sosial akan selalu negatif terlihat di khalayak. Salah satunya pemberitaan mengenai seorang gadis yang diperkosa oleh kenalannya dari media sosial yaitu facebook. Tentu saja kita sudah tidak merasa asing mendengar pemberitaan semacam itu karena hal ini memang tidak baru dan sering sekali terjadi disekitar kita.

Tidak hanya mengenai kasus pemerkosaan saja, banyak sekali berita yang muncul dari media sosial seperi penipuan dan kejahatan lainnya. Sebenarnya, media sosial secara tidak langsung menguntungkan bagi para pelaku kejahatan karena melalui media sosial mereka bisa terhubung secara langsung oleh korban, dan memantau calon korbannya. Sehingga secara tidak langsung, membuat pelaku mudah mendekati korban dengan hal-hal yang disenangin oleh korban.

Kasus pemerkosaan di Indonesia sendiri memang sangat menjadi perhatian yang sangat besar karena kekerasan seksual termasuk bentuk kekerasan paling menonjol, sampai sejumlah kalangan menilai Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat kekerasan seksual. Berdasarkan data komisi Nasional Anak 2016 jumlah kasus pemerkosaannya tiap tahun selalu meningkat tinggi.

Di tahun 2015 sendiri terdapat 321.752 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani. Jumlah ini meningkat dibanding tahun sebelumya yaitu sekitar 293.220 kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun 2014. Di Indonesia sendiri kasus kekerasan perempuan memang bukanlah hal yang baru, yang paling baru dan menjadi perhatian adalah pelecehan seksual yang terjadi oleh YY.

Kasus YY yang merupakan gadis berusia 14 tahun diperkosa oleh 14 laki-laki hingga menyerang nyawa di bengkulu ini membuat publik marah. Kasus ini pertama kali diangkat oleh aktivis perempuan yang juga jurnalis paruh waktu Kate Walton yang kemudian disambut oleh Kartika Jahja, musisi yang peduli terhadap isu perempuan, serta kelompok Kolektif Betina.

Kartika mengagas gerakan online dengan tagar #NyalaUntukYuyun di Instagram dan Twitter. Hashtag itu pun menjadi trending topic. Belakangan aksi tersebut diikuti oleh selebriti di Tanah Air.

Kasus YY sendiri membuat publik sadar akan maraknya kasus kekerasan pada perempuan sehingga bayak sekali aksi mengenai pembahasan UU penghapusan kekerasan seksual.

grafis-pemerkosaan

Kasus kekerasan pada perempuan sendiri memang sangat jadi perhatian yang serius apalagi media sosial sering sekali dijadikan sarana untuk tindakan tersebut. Banyaknya kasus pemerkosaan yang terjadi di media sosial sendiri memiliki banyak faktor, seperti adanya kemudahan untuk mengakses situs-situs porno. Mengakibatkan hal tersebut bisa saja menjadi acuan bagi mereka untuk melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual kepada seseorang untuk menyalurkan nafsunya.

Kurangnya pendidikan dan pemahaman terhadap kaum muda atau masyarakat yang kurang atau belum memahami akannya kriminalitas melalui tekologi bahwa precautions yang digunakan di dunia offline harus sama dengan di media online seperti media sosial.

Adanya kekerasan seksual terhadap perempuan sendiri tentunya mengakibatkan dampak yang sangat tidak baik bagi perempuan itu sendiri. MenurutEric, psikolog dari Universitas Tarumanegara adanya tindak kekerasan sekusal sering sekali membuat dampak traumatik bagi para korbannya sendiri. Sering sekali bahkan para korban merasa menyalahkan diri mereka sendiri dengan apa yang sudah terjadi padanya. Respon yang terjadi pada korban juga berbeda-beda bahkan hal itu bisa saja baru muncul lama setelah kejadian itu terjadi.

Adanya kasus pelecehan seksual sendiri membuat psikologis korbanpun berubah, bagi mereka tentunya sangat susah untuk menerima itu semua. Butuh waktu panjang untuk memperbaiki keadaan itu semua menjadi lebih baik. Akan tetapi, hal itu memang tidak mudah banyak korban yang sering sekali malah menjadi depresi berat akibat hal ini.

*record psikologis *

Dengan adanya perkembangan jaman yang semakin canggih seharusnya tindakan kejahatan ataupun kekerasan juga berkurang. Akan tetapi, hal ini berbanding terbalik justru tindakan kekerasan dan kejahatan malah banyak bermunculan.

Media sosial sendiri seharusnya digunakan sebaik mugkin sesuai fungsinnya. Apabila berkenalan dengan orang lain melalui media sosial, dari inidividu kitalah yang mulai memfilter hal itu. kita harus tau bagaimana orang itu dengan baik agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi pada diri kita.

Adanya kebebasan memang sering sekali membuat orang tidak mempunyai batasan, maka dari itu diri kita sendirilah yang mulai menjadi batasannya. Mulai mejalankan media sosial dengan fugsinya tentu saja tindakan kejahatan akan berkurang sedikit demi sedikit.