Jadwal Krl berubah, penumpang padati stasiun

Tangerang, perubahan jadwal keberangkatan commuter line  per 1 April 2017 lalu sempat menimbulkan penumpukan penumpang di sejumlah stasiun. Penumpukan ini diakibatkan karena lebih lamanya waktu tunggu dibandingkan sebelumnya.

Akibatnya, penumpang keluhkan perubahan jadwal yang dinilai berdampak pada waktu tunggu datangnya kereta dan kapasitas penumpang dalam kereta.

“sebenarnya saya kesal karena perubahan jadwal yang saya rasa kurang efektif karena mengakibatkan banyak antrian di stasiun. Dimana mengakibatkan stasiun mejadi panas dan kurang nyaman” ujar Susi selaku pengguna KRL.

Dikonfirmasi secara terpisah, Pihak KCJ mengatakan penyesuaian jadwal ini bertujuan untuk jadwal kereta Api Bandara yang direncanakan akan beroperasi kedepannya. Namun,melihat keluhan tersebut, KCJ telah membuat beberapa solusi, di antaranya mengurangi waktu tunggu yang sebelumnya 30 menit.

“Untuk sementara diberlakukan jadwal sementara untuk rute Tangerang – duri dan sebaliknya menjadi 20 menit sekali dari 30 menit sekali” ujar Adli selaku Corporate Communication PT.KCJ.

Namun, penyesuaian waktu tunggu ini tidak bersifat permanen. Jadwal ini sifatnya sementara, dimana nantinya jika KA Bandara sudah beroperasi, akan kembali disesuaikan, karenan KA Bandara merupakan program Pemerintah.(bv)

1000 lilin untuk Ahok terangi tugu proklamasi

Tangerang, ratusan pendukung terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama ramaikan pelataran tugu proklamasi pada Rabu (10/5) malam.  Aksi solidaritas yang dilakukan masa bertujuan menuntut keadilan mengenai kasus penodaan agama yang menimpa Ahok. Melalui lilin yang menyala diiringi nyanyian lagu indonesia pusaka. Acara ini berjalan penuh haru.

“Kita menyalakan lilin, sebagai optimisme yang sekarang mungkin agak redup, gelap, ini mulai tumbuh lagi,” ujar penggagas acara Malam Solidaritas Matinya Keadilan, Nong Darol Mahmada.

Berdasarkan pantauan, ribuan pendukung Ahok telah memadati Tugu Proklamasi sebelum pukul 18.30 WIB. Mereka kompak mengenakan pakaian berwarna hitam dan mengenakan pita hitam di lengan masing-masing. Pukul 18.40 acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama dan dilanjutkan dengan pembukaan doa bersama. Kemudian, pada pukul 19.20, massa pro- Ahok mulai menyalakan lilin yang telah mereka bawa. Sambil menyalakan lilin, massa bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan lagu Padamu Negeri.

Aksi yang dihadiri oleh ratusan pendukung ahok ini tidak hanya berasal dari wilayah jakarta saja, melainkan dari berbagai wilayah sekitar penyanggah ibukota yang ikut sedih atas yang dialami oleh ahok.

“selain ramai di media sosial sebenarnya saya kasihan sama ahok, makanya ini saya datang sebagai bukti nyata” ujar Doni warga Bekasi yang ditemui di acara bela Ahok.

Tak hanya ramai di tugu prolamasi, di media sosial, warga internet ramai-ramai mengunggah kegiatan di Tugu Proklamasi. Dari foto dan video yang beredar, para pendukung Ahok menyalakan lilin sambil menyanyikan lagu wajib nasional seperti ‘Rayuan Pulau Kelapa’ hingga ‘Indonesia Pusaka’.(bv)

 

Resonation 2017 sukses menginspirasi wanita indonesia

Tangerang, konfrensi pemberdayaan yang dikhususkan untuk perempuan sukses dilaksanakan di kota kasablanca pada sabtu, 29 April 2017.  konferensi selama satu hari ini bertujuan untuk mendorong dan menginspirasi perempuan di Indonesia untuk merefleksikan dan menghadapi hal-hal yang menghalangi untuk mencapai impian mereka.

Dengan tema “What’s Stopping You”, para peserta akan belajar dari pembicara-pembicara utama bagaimana mereka menghadapi segala ketakutan dan hal-hal yang menghentikan mereka untuk mencapai impian mereka.

“Melalui RESONATION, kami berharap dapat mendorong perempuan untuk bermimpi besar. Jajaran pembicara dan fasilitator yang menginspirasi hadir untuk berbagi cerita mengenai perjalanan mereka. Lebih lanjut, dalam acara ini, kita bersama-sama saling mendukung mencapai impian untuk menjadi kenyataan.”  Ujar Nina Moran Selaku CEO Resonance.

Konfrensi yang baru pertama kali dilaksanakan ini sukses dihadiri kurang lebih oleh 1000 peserta wanita dari berbagai kalangan yang ikut antusias mengikuti konfrensi ini. Selain itu, adanya group discussion yang dipimpin oleh 100 fasilitator dari berbagai kalangan ini juga ikut meramaikan Resonation 2017.

“saya antusias banget ikut ini, apalagi ini baru pertama kali dan pembicaranya juga sangat inspirasi. Selain itu yang bikin berbeda disini ada kelas diskusi yang buat kita bisa tanya jawab secara langsung” ujar Annisa selaku peserta konfrensi.

Melihat antusias yang besar dari para peserta, Nina Moran berharap dengan adanya RESONATION ini, diharapkan bisa menjadi sebuah tempat bagi para wanita untuk mendukung, membantu dan belajar dari satu sama lain.

 

Penghapusan Metromini Bukan Solusi Terbaik

 

Tangerang, Rabu 13/01/2015) Rencana penghapusan transportasi metromini yang akan dilakukan oleh pemerintah mengalami kecaman dari pihak pengelola meteromini.

Menurut Handoko sebagai humas metromini yang ditemui dikantornya, beliau mengatakan “saya tidak mengerti apa rencana pemerintah kedepanya, kalo misalnya metromini benar dihapus saya sendiri tidak setuju.”

Aksi mogok yang dilakukan oleh supir metromini kemarin pada bulan desember 2015 mengalami tindakan yang mengejutkan. Sebab, Ahok sebagai gubenur DKI akan berencana menghapus metromini sebagai transportasi di ibu kota.

Penyataan yang diberikan Ahok tersebut membuat opini publik yang semakin tidak menentu tentunya. Banyak pihak beranggapan bahwa penghapusan metromini merupakan langkah yang benar. Akan tetapi, ada juga pihak lain yang berangapan bahwa itu bukanlah langkah yang tepat.

Sama seperti Darmaningtyas sebagai pengamat transportasi yang ditemui di kediamanya, beliau juga berpendat bahwa penghapusan metromini sebagai transportasi bukanlah solusi yang terbaik karena kedepannya justru pemerintahlah yang akan mengalami kerugian nantinya.

Sebenarnya secara tidak langsung jika metromini benar dihapus maka banyak sekali para awak metromini yang akan menjadi pengangguran. Disinilah mulai muncul permasalahan yang bisa terjadi seperti angka kejahatan tentu saja akan meningkat.

Disisi lain pihak pemerintah juga akan mengalami kerugian, jika metromini benar dihapus tentu saja masyarakat akan berpindah ke model transportasi lain seperti kendaraan pribadi ataupun transportasi umum yang lainnya.

Akan tetapi, jika banyak masyarakat yang mengunakan kendaraan pribadi tentu saja angka kemacetan dan kematian melonjak menjadi tinggi. Disinilah peran pemerintah akan terlihat. Secara tidak langsung pemerintah harus menyediakan jalan yang lebih baik lagi atau menyediakan transportasi umum sebagai pengganti metromini.

Sampai saat ini para supir metromini hanya bersikap diam dengan keputusan itu walaupun kemarin sempat mengalami keresahan. Akan tetapi, itu hanya reaksi sesat saja. “Saya sih gak apa-apa kalo metromini dihapus tapi nantinya kita para supir mau makan apa, lagian supir metromini kan gak diterima di transjakarta” ujar Bambang sebagai supir metromini.

Menanggapi hal tersebut, seperti yang dilansir dari detik.com Ahok sebagai gubenur DKI Jakarta yang ditemui di balai kota mengatakan bahwa “pada dasarnya saya melakukan itu semua demi masyarakat jakarta sendiri, saya ingin transportasi di Jakarta aman”.

 

Karena beliau melihat sendiri masih banyak metromini yang sudah tidak layak tetapi masih berkeliaran dijalanan. Selain itu, rata-rata supir metrominini mengendarai kendaraanya dijalanan tidak sesuai dengan peraturan lalu lintas atau dapat dikatakan ugal-ugalan. Sehingga dapat menimbulkan kecelakaan dijalan raya.

Menurut Darmaningtyas sebagai pengamat transportasi, banyak sekali faktor yang menyebabkan mengapa supir metromini berkendara tidak baik. Misalnya, hampir sebagian supir metromini ditarget untuk menyetor kepada pengelola metromini sebesar Rp.250.000. Akan tetapi, pengelola metromini tidak mengetahui bagaimana kondisi jalanan sekarang dan minat masyarakat untuk naik metromini.

Sebab, sekarang banyak sekali model transportasi yang dapat digunakan oleh masyarakat. Sehingga, hal itulah yang membuat para supir metromini berkendara tidak baik.